Menunggu, sampai batas waktu yang tak ditentukan???....

Lautan yang biru, angin yang menyelimuti, waktu yang menoleh, sesampainya aku diujung harapan. Mungkin aku baru sebentar dalam hidupmu, dalam bisikmu. Tapi aku berharap kaulah yang akan merangkai bintang-bintang menjadi sebuah kata, bahwa kaulah yang akan menemaniku memupuk peraan itu agar kelak tumbuh disurga bersama impian dan harapan, yang akan ku sirami dan basuh dengan kasih sayang ini, agar kelak tumbuh subur bak pohon yang rindang dihiasi bunga dan buah yang akan menghiasi separuh kehidupan ini. Dan kau yang tercipta, yang ku harapkan menjadi anugrah terindah yang dia titipkan padaku untuk saling menjaga relung hati ini. Mungkin, kau akan pergi jauh untuk beberapa masa, masa yang akan kulewati sendiri, menafkahi hausnya kerinduan ini, membasuh separuh hati ini yang perlahan mengering. Aku hanya bisa berharap kau akan kembali dan sebisa mungkin aku akan menjaga dan menunggu meski ku tak dapat menghitung sampai kapan dan masihkah aku bisa menghitung waktu yang akan ku habiskan ...